saat ini

masih dengan ceritaku yang meninggalkanmu
masih dengan luka dihati yang entah kapan sembuhnya,masih dengan aku si gadis yang menghancurkan harapanmu

katamu, aku hebat sekali memutuskan harapan, harapan yang kamu buat dengan segala usaha untuk mendapatkan hati ini, namun setelah hati ini terbuka dari hilangnya kunci itu, seseorang yaitu kau, berhasil memasukinya tanpa kunci, seakan begitu mudah hati ini menerimanya untuk masuk

mungkin, kamu juga berfikir sekarang, betapa jahatnya diri ini yang dengan mudah memupus harapan itu. kamu salah, disini aku pun merasakan, lebih dari apa yang kamu bayangkan, 

setiap malamnya mata ini tak usainya menumpahkan segala keluh kesahnya, diri ini jadi lebih senang menyendiri dengan ditemani tangis, yang sebelumnya senang menyendiri tetapi selalu merasa utuh, sampai pada titik lelah, mata ini sudah tidak bisa lagi mengeluarkan teriak yang menjadi aliran air itu, padahal diri ini sudah memaksanya, namun tetap, ia sudah tak ingin mengalir

alhasil, hati ini yang menjadi tanggung jawabnya, terus menerus merasakan perih, merasakan yang sampai tak bisa kujeleskan dengan ucapan maupun melalui rangkaian abjad ini yang telah mempunyai makna

jadi, kamu berfikir bahwa akupun harus mendapatkan apa yang kamu rasakan? begitu? tanpa perlu kamu datangkan penyakit yang setimpal, aku sudah lebih awal merasakannya, 
bahkan, menulis setiap kata yang telah aku rangkai ini pun aku tak kuasa menahan agar aliran deras dari pelupuk mata ini tidak terjatuh

pun begitu, aku harus siap menerima perlakuan dari amigdala mu, yaitu dengan membenciku dan benar-benar pergi. 

salam sayang, bila benar kamu membaca aksaraku ini .



Komentar

Postingan Populer