rampung
mungkin benar dugaanku mengenai amigdala mu, membenci dan pergi. ya, memang sudah sepantasnya aku mendapatkan itu, senang kau? jika keadilan sudah menimpaku? sekarang kita, bukanlah menjadi kita lagi, bukanlah menjadi sepasang yang saling mencintai, sekarang kita sudah menjadi aku dan kamu yang terpisah, berjalan bersebrangan yang dibatasi dengan tembok yang kuat, tak bisa satu sama lain menggapai saat aku memutuskan meninggalkanmu, aku sudah jelas memberi alasan, memberi sebab, aku berusaha bagaimana nanti hatimu tidak membenciku. tapi yang kuharapkan pun tidak bisa kugapai, ketika aku berusaha untuk dapat bibir ini mengatakan, memberi alasan yang jelas berulang kali kepadamu, yang entah mengapa kau selalu tidak mengerti atau bahkan kamu tidak terima? dulu, aku menganggapmu seperti senja, indah, lalu pergi, dan keesokannya kembali lagi dengan indah pula. banyak orang mengatakan senja mirip sekali dengan si "dia", menurutku mereka salah, jika senja datang dengan indah...
